Kubuka – Recollection : Bertualang Kembali ke Ther Melian

Tentang Buku

Judul: Recollection
Penulis: Shienny M.S.
ISBN13:9786020213880
Bahasa: Indonesia
Edisi: Paperback
Tebal: 460 halaman
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit: 26 Juni 2013

Sinopsis

“Karena kamu tahu siapa aku yang sesungguhnya, bahkan di saat aku meragukan diriku sendiri.”Saat berburu, Elya menemukan seorang pemuda sekarat di antara jasad prajurit Legiun Falthemnar dan membawanya pulang untuk dirawat. Karena pemuda itu tak ingat jati diri atau bahkan namanya sendiri, Elya memanggilnya Lucca, yang artinya anak hilang.Sementara itu, pembunuh misterius berkeliaran di Dominia dan mengancam jalannya Festival Musim Kemarau. Keadaan semakin pelik dan berbahaya. Elya harus berpacu dengan waktu untuk mengembalikan ingatan Lucca, sebab keselamatan semua orang yang disayanginya bergantung pada misi yang tidak bisa diingat pemuda itu.Ketika akhirnya potongan demi potongan ingatan Lucca mulai kembali, Elya menyadari sesuatu. Bukan saja mengembalikan masa lalu Lucca, tetapi Elya juga berhasil mengungkap sejarah kelam Bangsa Elvar, aib yang terjadi dalam era Perang Besar lebih dari lima belas abad yang lampau.
Masih inget rasanya dapet hadiah buku Ther Melian: Revelation beberapa tahun yang lalu. Gak nyangka penulis fantasi Indonesia bisa bikin novel setebel itu dengan penceritaan yang mengalir dan jauh dari ngebosenin. Setelah itu aku selalu ngoleksi kisah-kisah dari Dunia Ther Melian ini. Nah, saat ada kesempatan dapat buku Recollection untuk di-review, wajib ikutan dong!
Kisah Recollection adalah prequel dari tetralogi Ther Melian yang sudah terbit sebelumnya. Kisah di buku ini dapat dibaca sendiri terpisah dari tetralogi yang sudah terbit duluan, tapi aku saranin sih baca juga tetraloginya, gak bakalan nyesel kok. Ada beberapa tokoh dari Recollection ini yang muncul lagi 😉
Aroma game kental sekali rasanya dalam novel ini. Petualangan di negeri antah-berantah, perang, sihir, dan tentu saja romans (teteup :P). Buat beberapa orang ini bisa jadi faktor turn-on tapi bagi orang lain bisa aja jadi turn-off. Tapi buat pembaca yang emang ingin memuaskan imajinasi yang liar ke dunia yang tak terbayangkan, novel ini pantas dikoleksi. Seperti buku-buku penulis sebelumnya, kisah ini mengalir dari satu adegan ke adegan berikutnya dengan mulus. Tak terasa halaman-halaman demi halaman kisah Elya -seorang Vier-Elv (setengah Elvar, setengah manusia)- dan Lucca -seorang assasin Elvar- mengumpulkan kembali ceceran ingat Lucca yang hilang.
Kita perlahan-lahan diberikan sedikit demi sedikit potongan informasi yang mengarah pada suatu kesimpulan, lalu kenyataan itu diputar-balikkan dengan cantik oleh penulis. Rasanya pengen nepok jidat pas baca endingnya, ternyata aku masih gampang dikelabuin sama penulisnya. Bravo! Gak sabar pengen baca bukunya Shienny selanjutnya. Mau lanjutan Ther Melian lagi atau mulai serial baru lagi pasti aku ikutin 😀

Tentang Penulis

Pendongeng dan penulis cerita fantasi.Saat ini aktif sebagai dosen jurusan Visual Communication Design sekaligus Mahasiswa Pasca Sarjana di Program Magister Manajemen Universitas Ciputra, Surabaya. Di sela-sela kesibukannya mengajar (dan belajar), ia juga gemar menulis cerita,  membuat ilustrasi, dan meracau tentang macam-macam hal.

Shienny MS

Blog | Twitter | Facebook | Youtube | Goodreads

Ther Melian

Twitter | Facebook | Goodreads

Iklan

Kubuka – Follow @MerryRiana : Garis Tipis antara Fiksi dan Biografi

bersama cover buku bergradasi biru kalem hingga gelap

Sudah lama rasanya tidak menulis review di blog ini. Kemalasan adalah musuh kreativitas. Tenggelam ke dalamnya membuat kita terbuai dalam mimpi yang tak berkesudahan yang akhirnya malah mengundang berbagai gundah. Buku ini sebenarnya sudah sebulanan dibaca tapi malas rasanya posting review #selfkeplak

Bukannya karena buku ini tidak bagus, tapi saya kira ini buku self-help. Ternyata buku ini adalah fiksionalisasi kisah nyata, sebutlah adaptasi, terinspirasi, atau apapun. Tapi buku ini malah mengingatkan pada buku karya Meg Cabot, Every Boy’s Got OneSemacam autobiografi, namun dinarasikan sebagai sebuah kisah fiksi dengan meminjam wajah karakter lain namun sesungguhnya meniupkan cerita suatu saat dalam hidup sang penulis.

Baca lebih lanjut

Kubuka – The Best of Me : A Study of A (Life Proper) Happy Ending

a beautiful cover, rite?

In the spirit of reviewing book on which language I read, this review would be in English. So bear with my clumsy rotten English in this short and somewhat pretentious rants.

First, I want to apology to my fellow Secret Santa, Truly Rudiono. This review should be release on 31st January but better late than never isn’t it? I won’t come with an excuse, I’m just not in the mood to write a review these passed week. So bear with me in my dull review.

SPOILER ALERT!!!

Baca lebih lanjut

Kubuka – Dollhouse : Sebuah Kisah oleh Kardashian Bersaudari

Awas! Macan tutul mejeng!

 

Pernah dengar nama Kim Kardashian? Penggemar infotainment impor pasti kenal keluarga penebar sensasi ini. Kalau misalnya ada novel yang mejeng nama mereka sebagai nama penulis rasanya pasti bakalan menaikkan alis tanda tak percaya. Ayo ngaku! Gak usah malu, aku juga gitu kok awalnya. Waktu ditawarin buku gratis buat di-review, aku sudah siap nyela habis-habisan 😀

Baca lebih lanjut

Kubuka – Xar & Vicattan #3

Bingung.

Itu kesan pertama baca buku ini. Alasannya apalagi kalau bukan kena sindrom Over-PeDe akut. Sok yakin bisa nge-review langsung dari buku #3, puh! Jadi review kali ini pun sederhana (kayak pernah kagak sederhana aja review luh!; said the little voice)

Oke ini dia posting review yang harusnya terbit tanggal 16-4-2012. Maaf……. Baca lebih lanjut