Kubuka – Follow @MerryRiana : Garis Tipis antara Fiksi dan Biografi

bersama cover buku bergradasi biru kalem hingga gelap

Sudah lama rasanya tidak menulis review di blog ini. Kemalasan adalah musuh kreativitas. Tenggelam ke dalamnya membuat kita terbuai dalam mimpi yang tak berkesudahan yang akhirnya malah mengundang berbagai gundah. Buku ini sebenarnya sudah sebulanan dibaca tapi malas rasanya posting review #selfkeplak

Bukannya karena buku ini tidak bagus, tapi saya kira ini buku self-help. Ternyata buku ini adalah fiksionalisasi kisah nyata, sebutlah adaptasi, terinspirasi, atau apapun. Tapi buku ini malah mengingatkan pada buku karya Meg Cabot, Every Boy’s Got OneSemacam autobiografi, namun dinarasikan sebagai sebuah kisah fiksi dengan meminjam wajah karakter lain namun sesungguhnya meniupkan cerita suatu saat dalam hidup sang penulis.

Yang menarik dari cover buku ini adalah pilihan warnanya. Warna biru kalem melatari apa yang bisa dibayangkan sebagai smartphone keluaran terbaru dengan wallpaper bergambar komposisi 4×5 karakter abu-abu (hitung saja kalau tak percaya) yang kebanyakan juga memegang gadget mereka. Dalam lautan warna hitam putih, terdapat 2 gambar bernuansa merah, satunya mungkin Merry Riana, lainnya mungkin sang penulis Debbie Wijaya.  Pemilihan warna ini mungkin ada hubungannya dengan warna-warna cover buku Merry Riana. Sebuah pesan subliminal atau hanya trik marketing? Entahlah. Yang pasti cover ini tampil beda dari cover terbitan GPU belakangan ini.

Kisahnya sendiri sebenarnya merupakan ulangan kisah perjalan seorang manusia mencari jati dirinya, yang dalam buku ini sering dikaitkan dengan apa yang disebut sebagai passion. Pasti ada saat dalam hidup seseorang merasa gamang dengan dirinya sendiri. Rutinitas kehidupan kadang terganggu seperti penyakit akut yang langsung terasa pukulannya, kadang seperti penyakit kronis pelan menggerogoti yang saat disadari pengobatannya merupakan perjuangan yang panjang. Pertanyaannya, apakah kita akan tinggal dalam zona nyaman kita yang sebenarnya pelan-pelan menyesakkan, atau menggambil resiko mengikuti passion/kata hati kita dengan resiko kegagalan dan terluka dalam mencapainya? Mungkin kisah ini bisa memberikan gambaran. Bravo, Debbie!

Membaca penggalan-penggalan kisah Merry Riana di sini juga kadang memberi pukulan telak. Terutama bagian ketika Merry dengan dukungan pasangannya yang berjuang memenuhi targetnya tiap hari. Lecutan yang diperlukan untuk mengingatkan bahwa sekali kita mengendurkan determinasi kita pada tujuan, akan mudah untuk terjerumus untuk menyerah ketika kerikil-kerikil penghalang muncul. Terima kasih untuk pesannya.

Ditulis sambil mendengarkan konser ini:

Review berdasarkan buntelan yang diberikan oleh penerbit melalui salah satu rekan BBI. Asal-usul buku tidak mempengaruhi penilaian terhadap buku ini. Review sepenuhnya pendapat subjektif Asrina Maharani

Iklan

2 thoughts on “Kubuka – Follow @MerryRiana : Garis Tipis antara Fiksi dan Biografi

  1. Sepertinya buku satu ini keren deh kalo dibaca sbg bacaan berat (hehe) karena kebetulan sekali, entah mengapa akhir2 ini juga saya lebih tertarik dengan bacaan2 berat 😀 Follow @MerryRiana sepertinya mengisahkan jalan hidup seorang tokoh yang berjuang di tengah sakitnya (bener gak sih?) hehe.. dan kira2 masih ada ga yah di Gramedia? hehe 😀

Buka Ocehan Anda di Sini...............

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s