Kubuka – Charlie and The Chocolate Factory

Kesel kuadrat! Udah meniatkan untuk mereview buku Charlie dan Pabrik Coklat Ajaib, eh, taman bacaannya lagi kehabisan stok boxset Roald Dahl. Jadilah akhirnya baca ebooknya saja 😦

Roald Dahl adalah penulis favoritku dulu sebelum kenal sama Harry Potter. Ada seorang teman yang suka sekali dengan buku Matilda hingga memprovokasiku buat baca buku Roald Dahl itu. Cerita karya opa Dahl khas cerita anak-anak saat itu, imajinasi liar dan penuh pesan moral. Begitu Juga dengan buku Charlie and The Chocolate Factory ini.

Buku ini berkisah tentang Charlie Buckett, anak yang sangat miskin sampai-sampai hanya bisa makan coklat setahun sekali pada saat ulang tahunnya, dan hebatnya sebatang coklat bisa dihabiskannya dalam 2 minggu dengan mengulumnya lama-lama. Kayaknya kalo si Charlie ini ditandingin sama juri master chef dia pasti bisa lebih ngegambarin rasa enaknya coklat Willy Wonka. Baca narasinya bikin pengen cepet-cepet makan Ritter Sport Milk Bar yang lagi didinginin di kulkas 😀

Nah, si Willy Wonka pemilik pabrik coklat terenak yang sangat misterius itu tiba-tiba bikin pengumuman di koran bakal bikin trip ke pabrik coklatnya buat 5 orang anak yang bisa dapetin golden tiket di balik bungkus coklat bikinan pabrik Wonka. Hebohlah seluruh dunia memborong semua coklat Wonka sampai 4 tiket ditemukan dengan segera oleh 4 orang anak yang menurut keluarga Charlie, mengerikan. Tapi, tentu saja tiket terakhir didapatkan Charlie ketika dia membeli coklat karena lapar bukan karena ingin mendapat tiket emasnya 🙂

Di antara tokoh-tokoh penemu tiket emas terdapt seorang gadis bernama Violet Beauregarde, anak yang mengunyah permen karet sepanjang hari. Tokoh yang unik, bisa mengunyah sebuah permen karet sampai berhari-hari kecuali saat makan dan tidur. Dia menyimpan permen karetnya di belakang telinga saat tidur *euh* imajinasi opa Dahl emang liar banget. Saking anehnya kita langsung tahu kalau itu ga mungkin. Apalagi buat aku yang cuma sanggup makan permen karet paling lama 30 menit, dan itu pun udah bikin mual-mual.

Akhir cerita buku ini sangat manis, semanis coklat Wonka. Buat yang kangen pengen baca buku anak-anak jadul semacam tulisan Eva Ibottson, aku sangat merekomendasikan buku ini.

 

posting ini dibuat dalam rangka posting bareng @BBI_2011 Bulan Februari 2012 tema Violet (warna bulan februari)

Iklan

14 thoughts on “Kubuka – Charlie and The Chocolate Factory

  1. aaahhh,,, kangen… aku belum pernah baca bukunya,, itu ebok ya? mauuu doong,, aku cuma nonton filmnya,,dan sukaa bangeeet… sampe skrg masih ada di hardisk filmnya,, hehhe,,

    • iya baca ebooknya. tapi entah nyangkut di mana. lagi pula sebenernya gak baik nimbun ebook ilegal kalo masih bisa nemu bukunya hahahaha
      ini posting kepepet sih jadi pake ibuk gak bener deh ;p

  2. Belum pernah baca buku ini, tapi kalo nonton filmnya sih udah berkali-kali 😀
    Jadi pengin baca buku ini, pengin tau lebih detailnya gimana.
    Kalo boleh tau, kalo dibandingin antara film sama bukunya bagusan mana?

    • Susah sih kalo ditanya bagusan mana; tergantung selera masing-masing sih. Soalnya ada beberapa konteks buku ini yang diubah di filmnya. Mungkin biar bisa masuk ke budaya pop modern. Jadi, aku lebih suka filmnya #sembunyi

Buka Ocehan Anda di Sini...............

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s