Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa harlequin adalah tipe bacaan yang sangat bagus. Akan tetapi, belakangan terjemahan harlequin di Indonesia mulai membosankan. Entah karena judul yang diputuskan untuk terbit memang sudah tidak sebaik dulu, atau karena kendala dalam penerjemahan yang tidak/belum menemukan ramuan yang pas.
Harus diakui bahwa kisah-kisah dalam serial harlequin masih standar cinderela, namun cinderela pun dapat menjadi cerita yang cantik jika diceritakan dengan baik. lalu di mana letak kelemahan harlequin indonesia sekarang???
Dalam tahun belakangan, saya hanya menyukai serial RAINTREE, dan JD ROBB-in death series-, serta beberapa judul lainnya. apakah ini suatu tanda kebosanan???
hanya waktu yang dapat menjawabnya
Ternyata kita punya pendapat yg sama. Klo mw yg beda, coba aja baca buku karangan Sandra Brown, Linda Howard, Diana Palmer, dan Lisa Kleypes. Mudah-mudahan aja suka.
yupz… setuju banget belakangan ini baca harlequin agak-agak bikin boring jadi biasanya y z baca jga cmn endingnya aja. tapi kayaknya yang bagus tuh bukunya lisa kleypes cz setting ceritanya zamn2 inggris dahulu kala alias zmn victoria jadi bikin tanbah penasaran waktu baca. nocturnee jg bgs apalagi yng ceritanya ttg peri2 gtu.(pangarang dah agak2 lupa tp cari aja n jangan lp baca bagusss banget!!!!!!!!!!!!!!!)
hai… salam kenal…
saya pikir cuma saya yang bosen dengan harlequin… ternyata ada banyak penggemar harlequin yang mengalami perasaan yang sama…
dan… harlequin yang saya beli saat ini cuma yang melanjutkan serial yang pernah ada seperti team ten alpha squad-nya suzanne brockmann dan J.D. Robb…
yah, mungkin kita yang udah ‘grew up in taste’ kali ya ;D
Setuju. Sejak pertama mengikuti HQ di akhir tahun 90an, ceritanya semakin lama entah kenapa semakin kurang menarik. Banyak tema dan jalan cerita yang sama, bahkan cenderung membosankan. Namun memang seiring dengan bertambahnya referensi bacaan dan kedewasaan kita sepertinya standar cerita HQ semakin kurang menarik ya
kurang tebel ya, ollie? ;p